Lingkung Seni Sunda Universitas Padjadjaran part 2

Lingkung Seni Sunda Universitas Padjadjaran part 2

Baiklah kita lanjut ceritanya.
Sebelum memutuskan untuk aktif di organisasi ini, banyak hal yang membuat saya berfikir memilih dan memutuskan..hha
Selain saya tidak betah karena ketidaktahuan tentang apa itu LISES, apa itu Sunda, apa itu Gamelan, tari, make up, dll. Orang tua yang menyarankan konsen sepenuhnya di kuliah agar bisa lulus tepat pada waktunya.. hal itu membuat saya semakin ingin menjauhi LISES dari kehidupan. Tapi setelah dipikir – pikir lagi, uang pendaftaran yang menurut saya ajib, pembelajaran organisasi dan juga tambahan ilmu di bidang seni membuat saya ingin mencoba sedikit memaksakan untuk cocok dengan lingkungan dan semua tentang LISES dan khusus nya dengan budaya sunda beserta seluruh detailnya.. 

Pada part 1 di sebutin Pagelaran Alam..hhe

Hmm sebenernya pagelaran alam ini merupakan suatu evaluasi dari pendidikan pada saat masuk organisasi LISES UNPAD. Juga merupakan suatu rangkaian dari Balé Rancagé yang artinya suatu wadah kreatifitas. Awalnya sebelum masuk ke kegiatan Balé Rancagé yang juga bisa disebut dengan pendidikan nya LISES, para anak – anak baru atau calon anggota baru di sambut dengan khas nya LISES, seperti upacara adat. Selain itu dalam acara pembukaan Balé Rancagé ada pula penampilan materi – materi yang ada dan diajarkan di LISES, seperti rampak kendang, tari merak, dll. Juga diperkenalkan juga dewan pengurus LISES UNPAD. Nah, setelah itu, besoknya mulai deh dengan pendidikannya selama 2 minggu.
Balik lagi ke pagelaran alam, setelah pendidikan selama 2 minggu tapi saya Cuma ikut 3 hari saja kita di bawa ke baru beureum untuk mengikuti evaluasi pendidikan selama 2 minggu ke belakang. Di pagelaran alam, kita anak – anak baru di bagi dengan beberapa kelompok dan di wajibkan menontonkan suatu pagelaran. Sesuai dengan namanya pagelaran alam, pagelaran nya memang di alam. Ada hal yang asik dalam pagelaran alam, kita di bawa dalam satu naskah yang sudah di buat panitia , saya lupa judulnya apa, tapi yang jelas di sana kita seolah – olah harus menyelamatkan anggota keluarga kita dengan cara mencari 4 ramuan yang tiap ramuannya berada dalam satu pos. Seperti jurit malam biasanya format pos to pos di pagelaran alam LISES UNPAD, namun format yang berbeda dan tanpa siksa fisik atau kata membuat pos to pos nya menjadi beda dari yang lain. Menjadi ilai plus buat LISES untuk memikat saya.hha
Begitu tentang Pagelaran Alam. Setelah itu, kita latihan rutin setiap hari senin, rabu, dan jumat. Namun alhasil, hanya sekitar 1 bulan saya bertahan. Padahal sebetulnya ada suatu Pementasa Mandiri yang harus saya lewati di LISES. Tapi bagaimana lagi? Saya masih punya rasa tidak betah dengan LISES. Satu bulan sebelum Pementasan Mandiri saya di hubungi oleh teman saya di LISES untuk latihan lagi dan mengikuti Pementasan Mandiri. Satu bulan latihan adalah hal yang sangat singkat untuk membuat atau mengisi acara dalam suatu pagelaran besar yang sifatnya di tonton oleh umum. Dari 8 materi yang di tampilkan dalam Pementasan Mandiri, 6 diantara nya saya ikut berpartisipasi. Sangat berat mengahafal 6 materi dalam 1 bulan. Ini dikarenakan kurang nya SDM LISES angkatan saya, Ragamulya. Tapi apa boleh buat, saya tidak boleh menyiakan kesempatan dan kepercayaan yang saya dapatkan. Alhasil selama 2 minggu terakhir, hamper setiap hari kita latihan dari pagi hingga larut malam. Suatu yang melelahkan memang, tapi seru. Di situ mulai lah saya merasa nyaman dengan LISES dan lingkungan nya, bagaimana tidak, 1 bulan terus bersama, saling bertatap muka dan berkomunikasi membuat saya dan orang – orang yang ada di LISES menjadi dekat. Satu nilai plus lagi buat LISES untuk memikat saya 

Salam
Obrolan Mamet

0 Comments