Terimakasih Putri

Terimakasih Putri




Jumat malam yang sangat dingin menyelimuti kota Garut saat itu. Setelah selesai dengan aktivitas yang begitu padat saat matahari bersinar, meregangkan segala otot dan menyegarkan pikiran adalah hal yang sangat tepat saat itu.

Berawal dari perjalanan menuju utara kota Garut, dimana disana merupakan destinasi wisata yang diproyeksikan menjadi wisata unggual provinsi Jawa Barat. Angin yang berhembus begitu kencang menjadi teman perjalananku bersama scooter biru kesayangan. Ditambah lagi dengan suasana gelap dan sepinya perjalanan membuat semakin intimnya hubunganku dengan angin dan scooterku. 

Kedekatan dengan temanku menarik perhatian pihak lain. Seketika dia datang mengganggu perjalanan, membuat konsentrasi menjadi buyar. Suara gemuruh halus muncul dari perutku yang kecil. Ya, ternyata aku lapar. Mungkin karena suasana yang dingin membuat suasana menjadi berubah.

Dalam perjalanan yang cukup panjang, aku melihat ada putri di pinggir jalan. Saat aku dekati, ada yang menarik seperti wangi yang khas seorang putri. Saat aku tanya, dari mana mba? Dia menjawab saya dari solo mas. Begitu ramahnya dia ditengah konsentrasi yang menurun dan dinginnya cuaca karena angin yang begitu menggebu, membuat fikiran jahatku muncul seketika. Aku mencoba merayunya untuk ikut dengan scooterku. Pikiranku berantakan mencium aroma tubuh yang begitu kuat meskipun jarak denganku lebih dari 1 meter. Membayangkan aku membawa putri kerumah dan kucumbu dan ah sudah lah.. pikiranku semakin kotor dan jahat. Singkat cerita aku berhasil membawa putri Solo, karena memang cuaca begitu dingin, tanpa pikir panjang aku buka paksa seluruh pakaiannya, lalu ku cumbu dia dengan penuh nafsu, seketika tubuhku menjadi hangat dan aku sangat berterimakasih padamu putri. 

Mba so Solo
obrolan mamet

0 Comments