Beda Generasi, Beda Cara Berdiskusi

Beda Generasi, Beda Cara Berdiskusi

www.unsplash.com


Obrolan mamet kali ini ingin membahas tentang karakter dan simpulan tentang generasi. Perlu kita ketahui saat ini ada beberapa generasi yang terbagi dari tahun kelahiran.
  1. Generasi Baby Boomer (1946-1964)
  2. Generasi X (1965-1980)
  3. Generasi Y (1981-1989)
  4. Generasi Z (199-2001)
Setiap generasi memiliki karakter yang berbeda karena situasi dan kondisi pada saat mereka lahir berbeda. JIka pada masa sekarang dalam satu ruang lingkup terdapat multi generasi, kemungkinan besar akan terjadi konflik dalam hal komunikasi dan dengan cara bekerja, Sebelum kita bahas mengenai konfliknya, mari kita pahami karakter masing-masing generasi dalam bekerja.

Generasi Baby Boomer

Pada dasarnya generasi ini memiliki pemikiran yang terbuka dalam bekerja, namun tak jarang juga ada yang membelot. Dalam lingkungan pekerjaannya, generasi ini berharap bahwa para pekerjanya menjadi seorang yang workaholic. Generasi ini juga biasanya tidak menyukai konflik dan sedikit tidak menyukai perubahan. Sehingga pada saat timbul perbedaan, generasi ini cenderung menghakimi orang lain. Mereka tidak begitu suka mendapat kritik dan menjadikan gengsi sebagai urutan pertama dalam pekerjaannya. Dalam hal komunikasi generasi ini lebih menyukai bervicara secara empat mata dan didalamnya mereka cenderung menjawab seadanya dengan harapan akan timbul pertanyaan lanjutan. Generasi ini memiliki poin positif dalam pekerjaan dengan karakter mereka yang workaholic, loyalitas tinggi dan dedikasi dalam bekerja yang sangat kuat.

Generasi X

Secara umum generasi ini dalam kondisi sering ditinggal bekerja oleh orang tuanya pada masa itu, dan menjadikan generasi ini menjadi generasi yang mandiri. Jika generasi ini menjadi seorang pucuk pimpinan perusahaan biasanya dia bisa membuat lingkungan pekerjaannya menjadi tidak kaku, dan dapat memberikan informasi yang jelas kepada seluruh tim. Dengan kondisi seperti ini biasanya generasi ini tidak sabar dalam menghadapi satu hal, dan terkadang generasi ini menolak peraturan yang ada. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi ini sangat mencari dan mengharapkan apa yang disebut dengan kritik untuk pribadinya. Dalam hal komunikasi mereka tidak suka basa-basi, dan lugas dalam berbicara. Generasi ini biasanya sangat hebat dalam membagi waktunya antara dirinya, pekerjaan dan keluarga yang menjadikan poin positif untuk generasi ini.

Generasi Y

Generasi ini adalah generasi dimana teknologi mulai mempengaruhi secara perlahan, dan kondisi mulai banyaknya peraturan dalam hidup. Kondisi tersebut membentuk generasi ini menonjol dalam hal kedisiplinannya. Generasi ini bisa membuat lingkungan kerjanya kental akan kekeluargaan, fleksibel dan menciptakan tantangan baru. Sehingga menimbulkan kolaborasi antar rekan kerjanya menjadi sangat baik. Kedisiplinan yang terbentuk membuat generasi ini tidak begitu memikirkan waktu kerja. Selama pekerjaannya realistis mereka bersemangat tanpa perhitungan waktu. Gaya komunikasi mereka cenderung dalam suasana yang serius dan menyukai pembicaraan empat mata. Secara personality mereka cenderung bekerja untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup, dan mereka tidak sungkan untuk keluar dari pekerjaan jika pekerjaannya dinilai tidak sesuai dengan apa yang didapatkannya.

Generasi Z

Tahun ini mayoritas diisi dengan generasi ini, generasi yang penuh akan teknologi didalammnya. Dengan kentalnya teknologi disekitarnya mereka terbentuk sulit untuk diatur dan diarahkan dan membentuk suatu idealisme. Namun jika generasi ini menempati posisi top management biasanya mereka bisa membangun suasana kerja yang kreatif dan tidak ingin dipenjara oleh struktur sosial yang kaku. Generasi ini cenderung tidak disiplin dan tidak sopan namun memiliki ekspektasi tinggi dalam bekerja. Secara komunikasi biasanya mereka lebih menyukai teknologi untuk alat komunikasinya dan dalam struktur katanya cenderung tidak sopan. Generasi ini sangat mudah untuk berpendapat dan berkomentar namun sulit untuk mengucapkan maaf dan terimakasih. Generasi ini tidak menyukai hal yang kaku, dalam bekerja mereka cenderung mengkolaborasikan dengan hobi mereka. Sehingga selama pekerjaannya menyenangkan mereka akan menyelesaikan dengan baik pekerjaannya begitupun sebaliknya.

Dengan karakter setiap generasi yang berbeda tentunya akan muncul suatu konflik jika mereka tidak dalam satu frekuensi yang sama. Jika itu terjadi, menurut kalian apa yang harus dilakukan? Siapa yang seharusnya memiliki peran menerima karakter ?

1 Comments

  1. Konfliknya jelas banyak. Apalagi kalau ego nya pada tinggi

    ReplyDelete