Cara agar warung tradisional mengalahkan minimarket

Cara agar warung tradisional mengalahkan minimarket



Obrolan mamet ini insya Allah bermanfaat untuk temen-temen yang mulai bisnis kecil-kecilan, berawal dari pengertiannya Warung adalah salah satu usaha kecil yang bergerak di bidang penjualan. Usaha ini biasanya dikelola oleh perorangan dan bisa mendongkrak ekonomi keluarga. Warung atau bisa disebut small retail ini menjamur begitu banyak karena pengelolaannya tidak terlalu sulit. Zaman sekarang, small retail memiliki saingan berat dengan menjamurnya modern retail atau biasa kita kenal minimarket. Dengan kondisi milenial saat ini tak jarang orang lebih memilih modern market untuk memenuhi kebutuhannya karena memiliki kenyamanan dan sistem belanja "ambil sendiri" kemudian bayar di kasir. Lalu bagaimana cara agar warung tradisional bisa mengalahkan minimarket? Ada beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan oleh pembaca yang memiliki bisnis small retail agar tidak tergerus dengan kehadiran modern retail yang saat ini jumlahnya makin banyak. Bayangkan saja, hampir di pusat keramaian atau di setiap siku jalan hadir modern market dengan menawarkan berbagai promo yang menggiurkan. Ditambah lagi bantuan digital marketing yang membuat orang-orang milenial lebih mengenal lebih dalam modern retail dibanding small retail atau warung tradisional. Cara berikut bisa menjadi jalan untuk mengalahkan ketenaran modern retail saat ini.




Lokasi Strategis

Lokasi adalah hal yang harus diperhatikan agar warug yang kita kelola jauh melampaui omset minimarket. Secara sederhana kita bisa menilai atau melihat kondisi lingkungan tersebut bahwa berapa potensi pembeli yang akan menjadi konsumen usaha kita. Bisa dengan cara ada atau tidaknya kegiatan perkantoran/pabrik/sekolah. Juga bisa dengan menghitung jumlah rumah yang ada disekitaran lokasi, atau bisa lebih detail dengan cara menghitung jumlah KK yang ada dilingkungan lokasi usaha.

Tata ruang yang rapih

Tata ruang yang rapih menjadi cara berikutnya untuk meraup konsumen dan menghidupkan usaha kecil kita. Tata ruang ini bisa dibuat dengan model minimarket dengan membebaskan pembeli memilih barang kebutuhannya atau bisa dengan cara menata barang agar terlihat rapih sesuai dengan kategori barang untuk menciptakan kenyamanan pembeli dan mempermudah dalam mencari barang kebutuhan pembeli, sehingga pembeli tidak menunggu terlalu lama dan percaya bahwa barang yang mereka butuhkan adalah barang yang paling terbaru.


Terlihat

Salah satu alasan kenapa tata ruang harus rapih adalah agar barang yang kita jual terlihan oleh pembeli. Namun nilai terlihat yang mau saya bahas disini adalah terlihatnya usaha kita dari luar. Agar calon pembeli bisa tahu bahwa kita menjual apa yang mereka butuhkan. Caranya bisa dengan cara memasang banner berisikan nama toko dan beberapa barang yang kita jual, atau bisa dengan memasang tiang toko untuk menunjukan usaha kita. 



Ramah dan murah senyum

Menjadi penjual yang ramah dan murah senyum sangatlah disukai oleh pembeli, terkadang pembeli rela melangkah lebih jauh untuk membeli sesuatu padahal di dekat rumahnya ada juga yang membuka warung. Cara ini menunjukan bahwa dengan keramahan dan senyum manis kita memfokuskan pembeli adalah raja dan kita mementingkan kepuasan konsumen.

All in one item

Cara selanjutnya adalah melengkapi barang yang kita jual. Kenapa? agar pembeli tidak perlu mencari barang lainnya ke warung sebelah. Jaman sekarang kita juga bisa menjual produk digital yang dibutuhkan oleh konsumen. Misal, token listrik, pulsa, kuota, bahkan hingga pembayaran bpjs, pembayaran belanja online serta transfer uang sekalipun bisa ditambahkan di item yang kita jual. Secara sederhananya kita sebagai pelaku usaha harus memiliki pemikiran "konsumen datang harus bawa barang, tidak boleh tidak".

Siapkan tempat nongkrong

Menyiapkan space tempat untuk ngobrol dan ngopi adalah salah satu cara agar tempat kita menjadi ramai pembeli. Situasi nyaman ditambah dengan fasilitas untuk bersantai bisa mengundang pembeli membawa pembeli lainnya. Cara ini efektif dilakukan dan banyak yang sudah mencoba cara ini.

Bakar barang

Bakar barang? tenang, bukan dengan cara membakar mengguanakan api. Maksud dari bakar barang disini adalah dengan mempertahankan harga barang yang paling banyak dicari di nilai harga yang paling rendah dibanding warung lain. Meskipun memiliki keuntungan yang minim atau bahkan tidak ada keuntungan, cara ini efektif untuk mengundang pembeli lain yang belum mengenal tempat kita. Ibarat semut, barang yang kita bakar berperan sebagai gula. Kita semua tau bahwa semut sangat menyukai gula.

Doa, sabar, dan ikhtiar

Caara terakhir adalah dengan doa, sabar dan tetap berikhtiar. Bicara bisnis atau usaha tidak selamanya mulus, tapi tidak selamanya juga berjalan lambat. Percayalah bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu adalah berdagang.

Berikut beberapa cara agar warung tradisional kita bisa bersaing dan mengalahkan minimarket yang sampai saat ini kian menjamur.

terimakasih sudah mampir, semoga informasinya bermanfaat.
Salam
Obrolan Mamet







0 Comments