Bisnis : Memahami Karakter Konsumen Milenial 2020

Bisnis : Memahami Karakter Konsumen Milenial 2020


Assalamualaikum Wr. Wb. Kali ini obrolan mamet bahas tentang bisnis. Sesuai judul, memahami karakter konsumen milenial 2020. Dalam dunia bisnis, konsumen adalah goals dari segala perencanaan yang sudah dibuat dan difikirkan dengan matang. Namun seiring berjalannya waktu, perubahan karakter yang sejajar dengan perubahan generasi tentu menjadi tantangan baru bagi para pebisnis di tahun 2020 ini.

Baca Juga : Mengenal antar generasi

Beberapa waktu lalu, ramai di media sosial mengenai prediksi tahun 2020 dalam pidato Presiden ke 2 Indonesia, Bapak Soeharto pada tahun 1995 yang mengingatkan tentang situasi global di tahun 2020. Bisa di simak video di bawah ini :




Bagi para pebisnis, merupakan suatu tantangan memindahkan minat konsumen yang saat ini cenderung tidak memilih produk lokal secara mayoritas. Namun hal itu pasti bisa dipecahkan dengan berbagai cara dan analisis yang baik. Kali ini mamet akan membagikan karakter konsumen milenial yang bisa menjadi tambahan analisis pasar dan target.

Konsumsi yang meningkat

Konsumen milenial terkadang tidak memikirkan apa yang mereka butuhkan. Mereka lebih memilih apa yang mereka inginkan. Kondisi seperti itu membuat konsumsi semakin meningkat tajam. Sisi ini menjadi peluang bagi pebisnis untuk memanfaatkan karakter seperti ini. Tentu dengan pilihan produk yang berkualitas dan menjawab keinginan konsumen, otomatis akan meraup omset yang sangat besar.

Online Buying

Kemudahan informasi dan meningkatnya kemampuan teknologi membuat orang milenial lebih menyukai kemudahan. Dalam segi pembelian, kebanyakan mereka lebih memilih fasilitas online buying. Tentu saja, tanpa harus panas-panasan mereka bisa memilih banyak produk hanya dengan diam dirumah. Kondisi seperti ini memaksa para seller untuk membuat dan mempersiapkan online store nya baik berupa website atau memanfaatkan marketplace yang saat ini tersedia.

Loyal Terhadap Brand

Karakter lain bagi milenial adalah loyal. Ya benar memang sulit membuat seseorang loyal terhadap brand namun saat sudah loyal mereka akan terus meng update konsumsi mereka. Sebagai contoh, iphone! Mereka rela mengantri dan menunggu smartphone terbaru keluaran apple yang padahal isinya tidak jauh berbeda secara feature. 

Lebih Percaya Informasi perorangan

Marketing mulut ke mulut bisa jadi cara efektif untuk mengembangkan omset. Bukan tidak mudah, pebisnis atau produsen harus memiliki prodak yang benar-benar berkualitas dan tidak mengecewakan. Tidak cukup dengan iklan yang bertubi-tubi orang milenial akan lebih percaya rekomendasi dibandingkan dengan apa yang dia lihat dari iklan meskipun dalam jumlah banyak. Pernahkah kalian melihat teman kalian menonton youtube yang isinya review produk? Atau kalian sebelum membeli barang di marketplace kalian untuk pertama melihat ulasan dan diskusi sebuah produk? Brarti kalian termasuk salah satu orang milenial. Sebagai pebisnis cara ini bisa menjadi media promosi dengan cara menggandeng influencer untuk kolaborasi me review produk yang kalian punya.

perencanaan uang jangka pendek

Karakter berikutnya adalah seorang milenial lebih mementingkan perencanaan uang jangka pendek. Mereka sedikit kurang menyenangi untuk menyimpan uang dalam waktu yang lama. Sehingga apa yang ingin mereka dapatkan harus segera tercapai. Meskipun pada ujungnya tak jarang menjadikan hutang bagi mereka. Sistem cicilan sangat digemari oleh mereka, sehingga peluang bagi pebisnis untuk menyediakan fasilitas cicilan untuk produk yang dimiliki.

Sedikit informasi bagi kalian para pebisnis yang sedang mencari cara untuk mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada agar tidak salah dalam melakukan promosi atau strategi pemasaran lainnya. Jika kalian suka jangan lupa share artikel ini karena dengan memberi informasi yang baik akan menjadikan aura positif juga bagi kalian. Selamat bertemu di obrolan mamet selanjutnya.

0 Comments