Resisten Terhadap COVID-19, Kelompok ini disebut-sebut keturunan THANOS The Avanger

Resisten Terhadap COVID-19, Kelompok ini disebut-sebut keturunan THANOS The Avanger


Resisten Terhadap COVID-19, Kelompok ini disebut-sebut keturunan THANOS The Avanger

Saat ini bumi diguncang dengan mewabahnya virus COVID-19. Virus yang menyerang sistem pernafasan hingga mengancam kematian ini telah muncul diberbagai penjuru dunia dan salah satunya Indonesia. Saat ini kurang lebih sekitar 600 kasus COVID-19 muncul di Indonesia, jumlah yang cukup besar mengingat waktu muncul dan penyebarannya yang sangat cepat.

Baca Juga : Virus COVID-19

Sifat pandemic yang dimunculkan oleh virus ini menjadi sangat bahaya karena akan memunculkan korban atau pasien yang berjumlah besar dalam waktu yang sangat singkat. Jika tidak putus mata rantainya, peningkatan korban akan menjadi masalah besar ditengah ketersediaan kamar rawat dan tenaga medis untuk masa pengobatan dan penyembuhan. Jika itu terjadi, korban atau pasien yang terserang dan yang tidak tertangani akan mengalami kondisi dimana virus menyebar dan bertumbuh ke seluruh tubuh sehingga imunitas diri tidak bisa melawan dan akhirnya berujung pada kematian.

Perlu langkah serius yang diambil dimana sangat serius tentang imbas dari penyebaran virus ini. Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk Social Distancing dimana warga negara dihimbau untuk diam dirumah guna menekan perkembangan virus yang bisa mematikan ini. Di negeri awal mula munculnya virus ini, kebijakan yang diambil adalah Lockdown yaitu karantina wilayah, dimana warganya dilarang untuk keluar masuk wilayah tersebut. Hasilnya? China stop perkembangan virus ini dan hampir 90% pasien yang terjangkit sembuh dengan penangangan.


Apa yang terjadi saat Indonesia mengambil kebijakan #dirumahaja ?

Konsep yang diambil ini memang baik dan langsung dilakukan oleh warga negara Indonesia. Namun sayangnya, itu berlaku bagi warga negara yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan pemerintah. Contoh saja pegawai negeri, BUMN, Sekolah, Kampus, dll. meskipun tidak semua itu cukup cepat dilakukan. Lalu bagaimana dengan para pekerja dan pengusaha diluar itu? tentunya tidak dan belum berjalan baik. Sampai disini tergambar siapa keturunan Thanos The Avanger?

Baik saya perdalam lagi, yak, pekerja lapangan adalah keturunan Thanos the avanger. kenapa? Banyak yang mungkin saat ini karyawan atau para pelaku bisnis yang masih melakukan aktifitasnya seperti biasa meskipun dengan resiko yang sangat berbahaya. Bukan keinginan pribadi namun demi menyambung kehidupan, karena dibelakang mereka ada yang harus dinafkahi. Dan mereka masih saja bersosialisasi dengan pihak luar yang tidak mereka kenal asal usulnya dan tidak tahu apakah orang-orang yang dikunjungi merupakan carier virus yang bisa membahayakan nyawanya dan keluarga atau bahkan sebaliknya, merekalah yang mengantarkan virus ke konsumen-konsumennya. Tapi, apakah tidak ada solusi untuk itu? tentunya ada. Dengan beralasan kesehatan dan demi perputaran keuangan perusahaan, semua bisa dilakukan dengan kebijakan pimpinan.

Kita ambil studi kasus. Apakah kalian seorang salesman? Jika iya, silahkan share artikel ini ke pimpinan kalian jika dirasa, kasus COVID-19 tidak merubah kondisi pekerjaan kalian.

Sistem social distancing ini bukan karantina total, hanya saja mengurangi tingkat interaksi baik jumlah maupun intensitas interaksinya. Lalu apa yang bisa diterapkan jika perusahaan kalian bergerak di bidang distribusi yang kondisinya tidak bisa ditinggalkan karena produknya tidak bisa berjalan sendiri. Kuncinya adalah Demi kesehatan asset berharga perusahaan atau kita sebut karyawan. Kalian mungkin sering mendengar istilah penting dan genting. Dasar ini menjadi pemangkasan pola garap distribusi. Tidak akan terjadi pemangkasan jika kondisi baik-baik saja, namun kondisi ini berbeda. dengan pemangkasan pola garap ini otomasit akan mengurangi target kerja, dan target ini akan dibagi rata ke semua karyawan sehingga karyawan bisa melakukan social distancing guna mengurangi interaksi dengan orang banyak.

Thanos dalam serial The Avenger adalah cerita fiktif, maka dari itu tidak ada yang bisa bertahan menghadapi virus ini selain memutus mata rantainya agar semuanya sama-sama kerja. Dengan memutus mata rantai, tim medis akan tenang melakukan observasi terhadap virus ini dan fokus dalam penyembuhan pasiennya. Ingat, kalian bukan Thanos, dan anak buah kalianpun bukan Thanos. Semoga badai ini cepat berlalu dan kalian semua sehat selalu.

Selamat tinggal Virus COVID-19 dan
Selamat datang Bulan Ramadhan

0 Comments